Cast :
- Kamu
- Yoon DooJoon
- Jang Hyunseung
Hooaammm... pagi...
Whooa!! Haish... kenapa anak kecil itu masih disitu?! Ish... aku bisa gila kalau setiap hari harus melihat ini! Apa aku benar benar ga bisa menghapus tatto di tanganku ini?? Kalau tau setelah membuat tatto ini aku akan melihat hal-hal menyeramkan ini, aku ga akan memaksa membuat tatto.
Aku dengar, orang yang membuat tatto ditangan ku ini meninggal tepat setelah melukis tatto ini ditanganku. Dan setelah tatto ini selesai, aku mulai mendengar hal-hal yang tidak seharusnya ku dengar. Saat berjalan di depan toko ikan, aku mendengar begitu banyak jeritan... aku berusaha mencari siapa yang menjerit minta tolong itu. Apa kau tau siapa yang menjerit? Ikan-ikan yang dijual itu menjerit minta dilepaskan! Mereka menjerit, merintih, memohon dengan suara yang sangat menyedihkan.
Sudah dua bulan setelah hari itu. Aku selalu menghindari toko ikan, toko daging dan segala jenis toko yang menjual hewan. Aku mulai terbiasa dengan apa yang kulihat dan kudengar. Tapi aku masih belum bisa berhenti kaget setiap bangun dari tidurku. Kemarin saat bangun, ada seorang namja seumuranku, dengan baju seragam kotor yang menduduki perutku. Kali ini seorang anak kecil duduk dengan wajah sedih pojok kamarku. Dia menatapku dengan tatapan marah bercampur sedih.
"Ada apa denganmu?" Bisikku
"Tolong beritahu hyungku yang bodoh itu agar berhenti mencariku dan jangan bunuh diri karenaku. Aku harus terus terjebak denganmu kalau dia ga merelakanku. Benar benar hyung bodoh" jawabnya, matanya memerah, bibirnya gemetar setelah mengucapkan itu
"Kau cukup cerewet untuk ukuran hantu. Dimana hyungmu? Apa harus sekarang? Ga bisa kah aku tidur dulu?" Setelah menyelesaikan kalimatku, anak kecil itu berubah jadi sosok yang sangat menyerkam. Dengan kulit bengkak hampir ungu, mata yang nyaris keluar, darah di lehernya yang terus mengalir dan kulit kepalanya yang hampir lepas menggangtung didekat telinganya.
"Hah... oke oke aku pergi sekarang. Dimana hyungmu?" Lanjutku sambil beranjak turun dari tempat tidurku
"Pemakaman. Makamku" jawabnya. Aku mengikutinya kemakamnya. Ada seorang namja disana. Dengan seragam lecek, rambut acak-acaknya dan wajah berantakan.
"Annyeong..." sapaku, dia menoleh. Dan ternyata dia sunbaeku disekolah. Yoon DooJoon, kapten tim futsal sekolah, ga sedikit yang menyukainya. Tapi pasti ga banyak yang melihatnya seperti ini. Atau hanya aku?
"Annyeong. Nugu?" Jawabnya sinis
"Adik kelasmu, ga kenal? Ck aku tau sunbae fansmu banyak disekolah jadi mana mungkin kau mengenalku." Jawabku
"Oh. Kenapa kesini?"
"Berkunjung ke makam temanku... hanya berkunjung dan merelakannya pergi..."
"Yang mana makamnya?"
"Makam temanku? Ini... makam yang sedang kau tangisi ini. Sunbae... jangan menyiksa temanku" lanjutku
"Kau berteman dengan anak 7tahun yang terbaring disini?"
"Iya. Pantas dia bilang kau bodoh sunbae... kenapa kau menyiksanya?"
"Aku ga menyiksanya. Aku hanya menyesal. Merasa bersalah."
"Kenapa?"
"Saat dia pergi, aku ga ada disisinya" jawabnya sinis
"Relakan dia agar dia bisa tenang. Sampai saat ini di masih disini. Dia ga bisa bahagia."
"Hyung bodoh!" Jerit anak kecil itu melihat hyungnya
"Hyung bodoh!" Ulangku. Doojoon menatapku
"Mwo?" Tannya kesal
"Hanya mengulang kata kata adikmu." Kuarahkan tangan DooJoon ke kepala adiknya "ini adikmu... dia menangis sekarang. Dia menangis karena kau terus mengganggunya. Dia ingin pergi ketempat eommanya tapi kau menghalanginya."
"Kau bercanda?! Ini sama sekali tidak lucu!! Pergi!" Bentaknya marah
"Arra... annyeong..." aku beranjak pergi dan dapat kudengar dia menangis memanggil manggil adiknya.
---
Sore ini terasa berbeda... begitu dingin dan gelap. Harusnya aku pakai jaket hari ini, kupaksa kakiku terus bergerak. Sebentar lagi sampai. Sudah sampai taman dan 10 menit lagi aku akan sampai rumah... aku benci udara dingin!
Setelah melewati taman, didekat halte bus ...
Bbbrrraaakkk!!!
ada kecelakaan... seorang namja yang menggendarai motor menabrak pejalan kaki. Karena penasaran aku mendekat, ambulance sudah datang. Si pengendara sepeda motor meninggal tepat setelah ambulance datang, sementara si pejalan kaki selamat dan dilarikan ke rumah sakit.
"Bagaimana ini?" Sebuah suara serak dan sedih terdengar begitu saja ditelingaku, aku berbalik mencari si pemilik suara. Di sudut halte, si pengendara motor ah maksudku arwah si pengendara motor berdiri, bersimbah darah, dan gemetar. Aku terus menatapnya dari tempatku berdiri.
Aku mengabaikannya dan berlari kerumahku. Tepat di gerbang rumahku, arwah namja itu berdiri
"Pergilah... keluargamu akan mengurus semuanya" seruku, dia menggeleng, menatapku dengan matanya yang terlihat seperti menangis. Darah mengalir di sudut matanya... seakan dia sedang menangis...
"Ada yang ingin aku temui..." gumamnya
"Nugu? Dia pasti telah mendengar berita kematianmu..." jawabku, tapi dia terus menatapku dan itu membuat hatiku... sakit. Aku mengabaikannya dan berlari... lagi. Memasuki rumahku.
Eomma menutup telponnya lalu menatapku dengan wajah sedihnya.
"Waeyo?" Tanyaku
"Hyunseung meninggal... dia kecelakaan di halte dekat taman." Jawab eomma. Lututku lemas, Hyunseung bilang dia akan pulang tahun depan... kenapa sekarang?
"Bohong! Dia pulang tahun depan eomma!" Bentakku
"Keluarga Hyunseung kembali tadi pagi... dan Hyunseung kesini tadi siang, tapi kamu belum pulang... jadi dia pergi lagi..."
"Dan dia ga akan kembali" selaku dan langsung berlari keluar, berlari kerumah Hyunseung. Dia sahabatku sejak SD, kami bagai anak kembar yang tak pernah terpisahkan...
Kenangan masa itu memenuhi otakku... Hyunseung, teman pertama yang memeluku. Dia teman pertama yang ku peluk. Saat saat dimana kami bermain bersama, berlari bersama, bertengkar, menangis, tertawa... dia selalu jadi orang pertama yang melihat isi raportku, dia orang yang membelikan ku pembalut saat aku pertama kali menstruasi, aku orang pertama yang diciumnya. Semua ingatan itu memenuhi kepalaku. Kenapa secepat ini?
Sampai dirumahnya, kulihat sosok pengendara sepeda motor tadi... sekarang dia terlihat begitu mirip dengan Hyunseung... leherku seperti tercekik... ingin sekali aku menangis, berteriak, memohon agar dia kembali. Tapi semua itu tertahan ditenggorokanku... membuatku tercekik.
TBC dulu deh...
Saran dulu dong... ga bisa bikin bahasa yang menyentuh T.T
Maaf ya masih belajar >_<
No comments:
Post a Comment