Wednesday, December 25, 2013

Dadahh 2

Cast :
- Kamu
- Jang Hyunseung
- Yang Yoseob

Tercekik...

Melihatnya menatapku seperti itu benar benar menyakitkan.
"Wae?" Hanya itu yang dapat kukatakan
"Semua orang dirumah sakit... kenapa kesini?"
"Kenapa kau kembali?"
"Merindukanmu..." jawabnya. Kututup mataku, berharap semua ini mimpi... 1 detik... 2 detik... kubuka mataku, ini bukan mimpi! Dia benar benar akan pergi sekarang... Hyunseung-ku pergi...
"Jangan relakan aku... jangan biarkan aku pergi" mohonnya
"Aku ingin tetap disini... bersamamu" lanjutnya. Hanya menggeleng yang dapat kulakukan... dia mendekat... begerak ke arahku, semakin dekat... aku mencoba menggapainya, sekali... dua kali... aku tak dapat menyentuhnya!
"Izinkan aku tetap disampingmu..." gumamnya, saat itu air mataku jatuh...
"Jangan menangis... aku baru akan pergi saat kau memintaku pergi..."
"Jangan pergi... kau sudah meninggalkanku 3 tahun... apa itu belum cukup?" Gumamku.

---
Aku membuka mataku, begitu terang... aroma ini? Ku lihat sekelilingku dan ini bukan kamarku. Kamar Hyunseung, ini pertama kalinya aku memasuki kamarnya setelah 3 tahun terakhir... belum berubah, masih tetap rapi... Gitar didekat jendela yang selalu dia mainkan setiap sore, sepatu sepatu yang tertata rapi disudut kamarnya, cemilan yang selalu ia sembunyikan di bawah meja belajarnya. Semua belum berubah...

Pintu terbuka
"Kau sudah bangun? Kemarin kau pingsan didepan rumah... kau pasti sangat terpukul... aku juga" ucap eommanya
"Maaf merepotkanmu..." jawabku
"Anni... ga merepotkan... kau mau sarapan?"
"Anni... aku ga laper... nanti aja. Boleh aku tetap disini?" Tanyaku
"Silahkan... ini, kemarin sebelum kecelakaan itu, Hyunseung ingin memberikan ini" katanya sambil memberiku sebuah kotak seukuran kotak sepatu
"Jangan dibuka! Saat kau membukanya, aku akan pergi!" Kudengar suara Hyunseung berteriak didekatku, tapi aku ga bisa melihatnya
"Gomawo..." kataku pada eommanya
"Sama sama... aku keluar dulu" jawab eommanya sambil berjalan keluar. Setelah eommanya keluar
"Kau dimana?"
"Sebelahmu... kita tidur bersama semalam, lupa?"
"Aku ga bisa bercanda sekarang... Aku sedang berkabung sekarang" kurasakan air mataku ingin jatuh lagi
"Aku sedih melihat orang orang menangisiku... apa kau ingin menangisiku juga?"
"Aku harus bagaimana?! Kau meninggalkanku begitu cepat!"
"Kau masih bisa melihatku! Kau pikir aku ingin mati secepat ini?! Ada banyak hal yang belum kulakukan! Bukan mauku untuk meninggalkanmu!" Wajah yang dihiasi oleh darah itu terlihat begitu marah...
"Kau tau bagaimana perasaanku sekarang? Aku sedih harus meninggalkanmu secepat ini, lalu aku senang karena kau masih bisa melihatku, namun saat pertama aku tau kalau kau dapat melihaku kau benar benar membuatku sedih karena kau tak mengenaliku... apa sekarang wajahku sangat menyeramkan? Bagaimana wajahku sekarang? Aku sedih karena aku membuat banyak orang menangis, apa kau harus menangis juga? Tapi aku senang aku bisa bicara denganmu sekarang..." jelasnya, air mataku semakin deras, isakanku semakin terdengar, sulit untuk menghentikan ini...
"Aku tau ini sulit... bisakah kau berpura2 aku masih hidup?" Tanyanya. Kutatap wajahnya
"Kau masih tampan... sekarang wajahmu berwarna merah karena darah... bajumu kotor.." jawabku
"Saat masih hidup, aku belum pernah berani mengatakan ini. Dengarkan baik baik... love you" bisiknya

---
Sehari... dua hari... seminggu... sebulan... dua bulan. Sudah 2 bulan aku menjalani hidupku bersamanya. Seminggu setelah kecelakaan itu, keluarga Hyunseung pindah. Namun Hyunseung tetap berada disisiku sampai hari ini...
Aku senang bersamanya... dua bulan bersamanya sedikit membuat rasa kehilanganku berkurang... walau aku harus melihatnya penuh darah seperti sekarang, tapi aku bersyukur... setidaknya aku bisa terus berbicara dengannya...

"Hari ini aku ga bisa berada disisimu... kalau aku terus berkeliaran seperti ini, aku akan menghilang seperti buih" mendengar bisikannya itu, aku langsung terbangun dari tidurku
"Mau kemana? Andwe!" Jawabku
"Cari pasien koma bernama Yang Yoseob. Aku harap ini berhasil" jawabnya lalu menghilang.
"Hyunseung!! Oppa!! Ya!! Kemana kau?!!" Jeritku, aku benar benar takut dia akan meninggakanku...

---
Sudah jam 1 siang... aku sudah mengunjungi banyak rumah sakit mencari pasien bernama Yang Yoseob itu
"Oppa... kau dimana?" Gumamku. Hyunseung belum juga muncul setelah pagi itu...

---
Sudah 2 minggu setelah hari itu. Hari terakhir aku bertemu Hyunseung... hari dimana ia memintaku mencari Yang Yoseob... tapi aku ga bisa menemukannya!!! Ini benar benar membuatku frustasi!! Setiap sore aku kemakamnya... berharap dapat menemukannya disitu.

"Ya! Aku kan menyuruhmu mencariku! Kenapa kau malah bersantai disini?!" Bentak seorang namja, kulihat wajahnya, namja itu imut, benar benar manis >_< aaaaa... aku punya Hyunseung!! tapi mengingatkanku pada seseorang...
"Siapa?" Tanyaku dan namja itu langsung memelukku
"Aku berhasil... aku kembali... aku hidup sekali lagi" bisiknya
"Hyunseung?" Jawabku dan ia menangguk "ah sekarang aku Yang Yoseob" lanjutnya. Kupeluk tubuhnya
"Jangan pergi lagi..." isakku
"Jangan menangisiku" jawabnya sambil menghapus air mataku
"Sekarang kau boleh buka ini.." lanjutnya sambil memberiku sebuah kotak yang dulu diberikan eommanya
"Kau ga akan pergi saat aku buka ini?" Tanyaku dan dia menggelenng. Kubuka kotak itu...
"Satu CD, satu buku catatan dan jaket?" Gumamku sambil membuka buku catatan itu...
"Semua lagu dibuku dan CD itu ku buat untukmu selama 3 tahun..." serunya
"Cuaca mulai dingin... kau harus pakai jaket" lanjutnya. Sekali lagi kupeluk tubuhnya, walau sedikit berbeda... tapi itu tetap dia... Jang Hyunseung yang ku cintai... kini di tubuh seorang namja imut nan manis bernama Yang Yoseob...

END

Aduhhh cape... jelek banget nih pasti :< maaf dalam proses belajar >_< yang udah berpengalaman bikin FF... ajarin aku yaaa hihihihi

Tuesday, December 24, 2013

<3


This isn’t the end, just the beginning, let’s just rest a for a bit and make room for the new person to come in
Two minus one isn’t zero it’s one
Because two minus one isn’t zero it’s one [Ali ft Junhyung - Don't Act Foolish]

Sunday, December 22, 2013

Dadahh...

Cast :

- Kamu
- Yoon DooJoon
- Jang Hyunseung

Hooaammm... pagi...
Whooa!! Haish... kenapa anak kecil itu masih disitu?! Ish... aku bisa gila kalau setiap hari harus melihat ini! Apa aku benar benar ga bisa menghapus tatto di tanganku ini?? Kalau tau setelah membuat tatto ini aku akan melihat hal-hal menyeramkan ini, aku ga akan memaksa membuat tatto.

Aku dengar, orang yang membuat tatto ditangan ku ini meninggal tepat setelah melukis tatto ini ditanganku. Dan setelah tatto ini selesai, aku mulai mendengar hal-hal yang tidak seharusnya ku dengar. Saat berjalan di depan toko ikan, aku mendengar begitu banyak jeritan... aku berusaha mencari siapa yang menjerit minta tolong itu. Apa kau tau siapa yang menjerit? Ikan-ikan yang dijual itu menjerit minta dilepaskan! Mereka menjerit, merintih, memohon dengan suara yang sangat menyedihkan.

Sudah dua bulan setelah hari itu. Aku selalu menghindari toko ikan, toko daging dan segala jenis toko yang menjual hewan. Aku mulai terbiasa dengan apa yang kulihat dan kudengar. Tapi aku masih belum bisa berhenti kaget setiap bangun dari tidurku. Kemarin saat bangun, ada seorang namja seumuranku, dengan baju seragam kotor yang menduduki perutku. Kali ini seorang anak kecil duduk dengan wajah sedih pojok kamarku. Dia menatapku dengan tatapan marah bercampur sedih.
"Ada apa denganmu?" Bisikku
"Tolong beritahu hyungku yang bodoh itu agar berhenti mencariku dan jangan bunuh diri karenaku. Aku harus terus terjebak denganmu kalau dia ga merelakanku. Benar benar hyung bodoh" jawabnya, matanya memerah, bibirnya gemetar setelah mengucapkan itu
"Kau cukup cerewet untuk ukuran hantu. Dimana hyungmu? Apa harus sekarang? Ga bisa kah aku tidur dulu?" Setelah menyelesaikan kalimatku, anak kecil itu berubah jadi sosok yang sangat menyerkam. Dengan kulit bengkak hampir ungu, mata yang nyaris keluar, darah di lehernya yang terus mengalir dan kulit kepalanya yang hampir lepas menggangtung didekat telinganya.
"Hah... oke oke aku pergi sekarang. Dimana hyungmu?" Lanjutku sambil beranjak turun dari tempat tidurku
"Pemakaman. Makamku" jawabnya. Aku mengikutinya kemakamnya. Ada seorang namja disana. Dengan seragam lecek, rambut acak-acaknya dan wajah berantakan.
"Annyeong..." sapaku, dia menoleh. Dan ternyata dia sunbaeku disekolah. Yoon DooJoon, kapten tim futsal sekolah, ga sedikit yang menyukainya. Tapi pasti ga banyak yang melihatnya seperti ini. Atau hanya aku?
"Annyeong. Nugu?" Jawabnya sinis
"Adik kelasmu, ga kenal? Ck aku tau sunbae fansmu banyak disekolah jadi mana mungkin kau mengenalku." Jawabku
"Oh. Kenapa kesini?"
"Berkunjung ke makam temanku... hanya berkunjung dan merelakannya pergi..."
"Yang mana makamnya?"
"Makam temanku? Ini... makam yang sedang kau tangisi ini. Sunbae... jangan menyiksa temanku" lanjutku
"Kau berteman dengan anak 7tahun yang terbaring disini?"
"Iya. Pantas dia bilang kau bodoh sunbae... kenapa kau menyiksanya?"
"Aku ga menyiksanya. Aku hanya menyesal. Merasa bersalah."
"Kenapa?"
"Saat dia pergi, aku ga ada disisinya" jawabnya sinis
"Relakan dia agar dia bisa tenang. Sampai saat ini di masih disini. Dia ga bisa bahagia."
"Hyung bodoh!" Jerit anak kecil itu melihat hyungnya
"Hyung bodoh!" Ulangku. Doojoon menatapku
"Mwo?" Tannya kesal
"Hanya mengulang kata kata adikmu." Kuarahkan tangan DooJoon ke kepala adiknya "ini adikmu... dia menangis sekarang. Dia menangis karena kau terus mengganggunya. Dia ingin pergi ketempat eommanya tapi kau menghalanginya."
"Kau bercanda?! Ini sama sekali tidak lucu!! Pergi!" Bentaknya marah
"Arra... annyeong..." aku beranjak pergi dan dapat kudengar dia menangis memanggil manggil adiknya.

---
Sore ini terasa berbeda... begitu dingin dan gelap. Harusnya aku pakai jaket hari ini, kupaksa kakiku terus bergerak. Sebentar lagi sampai. Sudah sampai taman dan 10 menit lagi aku akan sampai rumah... aku benci udara dingin!

Setelah melewati taman, didekat halte bus ...

Bbbrrraaakkk!!!

ada kecelakaan... seorang namja yang menggendarai motor menabrak pejalan kaki. Karena penasaran aku mendekat, ambulance sudah datang. Si pengendara sepeda motor meninggal tepat setelah ambulance datang, sementara si pejalan kaki selamat dan dilarikan ke rumah sakit.
"Bagaimana ini?" Sebuah suara serak dan sedih terdengar begitu saja ditelingaku, aku berbalik mencari si pemilik suara. Di sudut halte, si pengendara motor ah maksudku arwah si pengendara motor berdiri, bersimbah darah, dan gemetar. Aku terus menatapnya dari tempatku berdiri.

Aku mengabaikannya dan berlari kerumahku. Tepat di gerbang rumahku, arwah namja itu berdiri
"Pergilah... keluargamu akan mengurus semuanya" seruku, dia menggeleng, menatapku dengan matanya yang terlihat seperti menangis. Darah mengalir di sudut matanya... seakan dia sedang menangis...

"Ada yang ingin aku temui..." gumamnya
"Nugu? Dia pasti telah mendengar berita kematianmu..." jawabku, tapi dia terus menatapku dan itu membuat hatiku... sakit. Aku mengabaikannya dan berlari... lagi. Memasuki rumahku.
Eomma menutup telponnya lalu menatapku dengan wajah sedihnya.
"Waeyo?" Tanyaku
"Hyunseung meninggal... dia kecelakaan di halte dekat taman." Jawab eomma. Lututku lemas, Hyunseung bilang dia akan pulang tahun depan... kenapa sekarang?
"Bohong! Dia pulang tahun depan eomma!" Bentakku
"Keluarga Hyunseung kembali tadi pagi... dan Hyunseung kesini tadi siang, tapi kamu belum pulang... jadi dia pergi lagi..."
"Dan dia ga akan kembali" selaku dan langsung berlari keluar, berlari kerumah Hyunseung. Dia sahabatku sejak SD, kami bagai anak kembar yang tak pernah terpisahkan...

Kenangan masa itu memenuhi otakku... Hyunseung, teman pertama yang memeluku. Dia teman pertama yang ku peluk. Saat saat dimana kami bermain bersama, berlari bersama, bertengkar, menangis, tertawa... dia selalu jadi orang pertama yang melihat isi raportku, dia orang yang membelikan ku pembalut saat aku pertama kali menstruasi, aku orang pertama yang diciumnya. Semua ingatan itu memenuhi kepalaku. Kenapa secepat ini?

Sampai dirumahnya, kulihat sosok pengendara sepeda motor tadi... sekarang dia terlihat begitu mirip dengan Hyunseung... leherku seperti tercekik... ingin sekali aku menangis, berteriak, memohon agar dia kembali. Tapi semua itu tertahan ditenggorokanku... membuatku tercekik.

TBC dulu deh...

Saran dulu dong... ga bisa bikin bahasa yang menyentuh T.T
Maaf ya masih belajar >_<

Neomu Joha Part 3

Author : Alviss
Genre : romance
Cast :
- You
- Jiyong Big Bang

[Makin ga jelas kayanya... maaf]

Jiyong POV

Bisakah kau hanya menangisiku?

Neomu Joha...

You POV

Oh flower~ you're so sweet sweet sweet sweet
Oh flower~ you're so...

Kulihat HPku dan ...

From : Jiyong Oppa

Ingat 3 kupon yang kau berikan saat ulang tahunku dulu? Aku masih punya satu kupon... apa masih berlaku? Temui aku diluar kalau itu masih berlaku.

Kau masih menyimpan kupon konyol itu oppa? Whooaa... kukira kau sudah membuangnya... aku keluar kamarku, kulihat jiyong oppa baru saja keluar rumah. Aku mengikutinya keluar.

"Oppa... waeyo?" Tanyaku
"Aku mau menagih ini..." jawabnya sambil memberiku sebuah kupon. Dulu kupon ini aku berikan padanya sebagai hadiah ulang tahun. Waktu itu aku dihukum dan ga punya cukup uang untuk membelikannya hadiah bagus.
"Apa yang mau kau minta?" Tanyaku lagi
"Bolos kuliah dan temani aku jalan jalan besok. Gimana?"
"Jalan jalan kemana?"
"Kemana pun... pokoknya seharian."
"Oke... besok aku ga ada kuliah kok hehe... jadi ga perlu bolos"
"Hih... curang... yaudah sana tidur. Aku tunggu disini jam 7 pagi, jangan telat. Aku benci nunggu. Arra?"
"Arra! Aku tidur duluan yaa..." kataku dan beranjak kekamarku... aaaa senengnyaaa

Keesokan harinya, dia benar benar menungguku... jam 7 di depan rumahku...
"Annyeong..." sapaku
"Hmm... annyeong..." balasnya
"Tepat jam 7. Ga telat."
"Ne... tumben hm?"
"Aku lagi ga kesiangan... ayo mau kemana sekarang?" Tanyaku
"Danau." Jawabnya sambil menggenggam tanganku. Kami berjalan ke danau, masih ada sedikit kabut didekat danau...
"Kau tau kenapa aku suka kesini?" Tanyanya
"Sepi dan bersih?" Jawabku asal
"Anni... disini sering ada yeoja cantik yang main ayunan sendirian. Aku kasian melihatnya" jawabnya. Apa ada hantu yeoja cantik diayunan itu? Aku mau lihat... dan tepat saat itu, aku melihat seorang yeoja dengan belatung diseluruh kaki kirinya duduk diayunan
"Ya!!!!" Teriakku kaget
"Kau lihat apa?" Tanyanya ikut kaget
"Aish... bukan dia yang aku maksud... yeoja yang aku maksud masih hidup" lanjutnya. Ah? Bukan hantu itu? Hhhh... syukurlah... aku ga mau melihat hantu itu lagi... hiiii
"Jadi ada yeoja yang kau suka oppa?" Tanyaku dan setelah menyelesaikan kalimatku, aku merasa seperti ada sesuatu yang mencekik ku... sangat sesak
"Ada. Aku sudah lama menyukainya. Tapi keadaan membuat kami jauh." Jawabnya sambil tersenyum... senyum yang benar benar aku rindukan.

Kami sudah hampir 2 jam di danau... dan sekarang Jiyong oppa mengajakku ke SMP tempat kami dulu sekolah... tentu saja dia seniorku yang paling tampan disekolah...

"Kenapa kesini?" Tanyaku
"Mengingat kebiasaan kita dulu... kau lupa?"
"Kebiasaan yang mana?"
"Aish... aku benar benar sudah terlupakan huh?" Keluhnya.

Kami memasuki sebuah ruang kelas... kan kenangan itu kembali berputar di otakku, dulu setiap ujian, aku selalu duduk dengannya... selama 3 tahun, teman sebangkuku saat ujian selalu Jiyong oppa.
Saat ujian, aku selalu meletakan kepalaku di meja... aku selalu bosan saat ujian, kelas terlalu sepi dan itu membuatku ngantuk
"Kau sudah selesai?" Bisiknya saat aku mulai meletakan kepalaku diatas meja, dan aku selalu menggeleng.
"Selesaikan baru tidur..." bisikknya lagi, Jiyong oppa menjambak rambutku pelan, agar aku mengangkat kepalaku. Akhirnya aku mengerjakan soalku. Setelah selesai aku kembali meletakan kepalaku di meja.
Aku menuliskan "selesai" di pahanya dengan jariku dan dia hanya tersenyum sambil mengerjakan soal2nya...

"Aku ingat... ujian itu kan?" Seruku sambil melihatnya duduk disalah satu meja
"Kupikir kau lupa..."
"Terlalu banyak kenangan oppa... aku bingung mana yang harus ku ingat..."
"Ingat saja semenjak hari ini kau jadi pacarku. Jangan lupakan itu..." jawabnya sambil memelukku.

-END-

Haaaaaa kelarrr... bingungg haaaa... maap jelekkk... makasih udah baca :*

Neomu Joha Part 2

Author : Alviss
Genre : romance
Cast :
- You
- Jiyong Big Bang
- Eunhyuk Super Junior
- TOP Big Bang
- Seungri Big Bang
[Lanjutan yang sebelumnya... mudah mudahan ga malu maluin... tapi tetep malu >_<]

You POV

Sudah seminggu setelah kejadian itu... dikampus ga banyak yang berubah. Sekarang Seungri oppa dan teman-temannya nge-bully Hyunseung. Eunkyo eonni ga pernah menatapku lagi sejak itu. Gossipnya sih Eunkyo eonni mau pindah kampus. Menurutku itu terlalu berlebihan... tapi mungkin Eunkyo eonni merasa ga aman untuk tetap kuliah disini.

Hyunseung masih mencoba untuk menemuiku dan meminta maaf, tapi dadaku sesak saat melihatnya... jadi aku menghindar... kalau dia didekatku rasanya seperti dia telah mencuri seluruh oksigen disekitarku...

Oppaku dan teman-temannya selalu mengganggunya setiap ada kesempatan... oppaku, Eunhyuk oppa, Jiyong oppa dan TOP oppa sudah berteman sejak kecil. Mereka sama sama ikut club Judo sejak Sekolah Dasar. Aku juga sempat ikut club Judo bersama mereka, tapi aku berhenti dikelas 11.

Ah aku lupa satu bagian pentingnya... setelah lulus SMP, Jiyong oppa ikut orangtuanya ke Hong Kong. Dan baru seminggu yang lalu dia kembali. Oppaku punya banyak teman, tapi Eunhyuk oppa, Jiyong oppa dan TOP oppa yang paling spesial. Mereka berempat memiliki sifat yang sangat bertentangan... kalau diibaratkan seperti kekuatan avatar, Seungri oppa seperti air yang dapat mengalir kemana saja. TOP oppa sepeti tanah yang sangat kuat. Eunhyuk oppa seperti api yang bisa merusak apa saja yang dia inginkan. Dan Jiyong oppa seperti udara yang dapat dihirup siapa saja.

"Hey... mana oppamu?" Sebuah suara mengagetkanku
"Ah? Mwo?" Kulihat sumber suara itu. Jiyong oppa dan TOP oppa berdiri didepanku
"Oppamu.. mana dia?" Ulang Jiyong oppa
"Molla... mungkin dirumah, mencuci mobil kesayangannya itu." Jawabku
"Coba kau kerumahnya. Aku tunggu disini" suruh Jiyong oppa ke TOP oppa
"Aku ga akan menjemputmu kesini kalau aku menemukannya. Aku pergi. Annyeong" jawab TOP oppa dan berlari ke arah rumahku
"Kalian berempat mau pergi?" Tanyaku
"Mau membuntuti Eunhyuk. Kau mau ikut?" Jiyong oppa duduk diayunan sebelahku
"Anni... aku sedang menunggu seseorang." Jawabku
"Nugu? Pacarmu? Kau baru seminggu putus..."
"Penunggu danau ini... aku ingin menemuinya... apa dia benar benar cantik?" Aku melihat Jiyong oppa menghela nafasnya
"Kau benar benar ingin melihatnya? Kau punya gunting?" Jiyong oppa melepas kalung tanpa liontinnya itu. Dia pernah bilang kalung itu membuatnya tetap berkomunikasi dengan neneknya.
"Cutter?" Ku keluarkan cutter dari tasku
"Untuk apa kau bawa cutter kesini?" Tanyanya, dia memakai cutter ini untuk memotomg kalungnya itu
"Ya! Kenapa oppa rusak kalungnya?!" Tanyaku heran
"Kekuatannya ga akan hilang walaupun dirusak." Dia memotong kalung itu jadi dua "berikan tanganmu..." lanjutnya dan meraih tanganku. setengah kalung itu dijadikan gelang ditanganku, setengahnya lagi ditangannya. Kreatif.
"Coba lihat ketengah danau" pintanya, aku mengikuti kata-katanya. Saat melihat ketengah danau...
Ada seorang yeoja bergaun putih, dengan wajah bengkak dan warna kulitnya hampir ungu
"Whoaa!!!" Teriakku
"Itu penunggunya. Kau akan melihat yang seperti itu kalau kau memakai gelangnya" jawabnya santai
"Kupikir dia cantik... kenapa dia hampir ungu gituu..." kataku sambil mencoba melepas gelangnya
"Semua yang mati tenggelam kan seperti itu." Jiyong oppa terlihat begitu tenang.
"Aku juga dulu takut... tapi sekarang sudah terbiasa."  Lanjutnya
"Gelangnya ga bisa dilepas..." seruku
"Hahaha aku ga bertanggung jawab... kau yang minta" ledeknya. Kutatap dia sebal "oppa!"
"Haha... cukup katakan dalam hati kalau kau ga ingin melihatnya. Kau ga bakal melihatnya" lanjutnya
"Semudah itu?" Tanyaku dan dia hanya memamerkan senyum jahatnya. Hih...

Sejak hari itu aku bisa melihat mahluk lain saat aku ingin. Kadang itu menyenangkan... tapi aku juga masih sering kaget dan ketakutan saat melihat mereka.

Untuk seminggu ini, eomma dan appa akan pergi mengunjungi nenekku di pulau Jeju. Oppa mengajak 3 temannya itu untuk menginap. Tapi malam ini oppa dan TOP oppa ada kuliah malam, jadi aku dirumah bersama Jiyong oppa dan Eunhyuk oppa. Jiyong oppa sibuk dengan laptopnya, Eunhyuk oppa sibuk dengan majalah majalah Playboy-nya. Dan aku hanya mengganti2 channel TV.
"Oppa..."
"Hmm?" Jawab keduanya
"Aku bosan... main yuk" lanjutku
"Mwo?!" Seru Eunhyuk
"Cuci otakmu!" Seru Jiyong oppa
"ToD?" Kataku
"Arra. Aku temani kau main" jawab Jiyong oppa
"Aku ikut.. kau duluan" lanjut Hyuk oppa
"Aku... T" jawabku
"Apa kau sedih putus dengan Hyunseung?" Tanya Hyuk oppa
"Sedih... tapi aku ga bisa nangis." Jawabku
"Dariku... hmm... apa kau menangis saat aku pergi dulu?" Jiyong oppa bertanya dengan wajah ragu
"Ckckck padahal kau sudah tau jawabannya" komentar Hyuk oppa
"Anni..." jawabku cepat
"Bohong. Dihukum" seru Jiyong dan Hyuk oppa berbarengan
"Ya!! Hyuk oppa menceritakannya?!" Seruku
"Hukuman untukmu... buatkan kami ramen" sela Jiyong oppa
"Cepat cepat..." ledek Hyuk oppa
"Huh!! Aku ga mau cerita ke Hyuk oppa lagi" seruku dan beranjak kedapur, membuat ramen untuk mereka berdua. Diruang keluarga, mereka berdua tetap bercanda dan tertawa.
Eomma bilang, sejak lulus TK aku ga pernah menangis lagi... tapi setelah mengantar Jiyong oppa kebandara, aku menangis sendirian diruang rahasiaku. Ga ada seorangpun yang tau tentang itu... sampai aku ga sengaja menceritakannya ke Hyuk oppa.

Oh flower~ you're so sweet sweet sweet sweet
Oh flower~ you're so deep deep deep deep

"HPmu bunyi!!" Teriak Jiyong oppa dari ruang keluarga
"Cuma sms... buka aja. Dari siapa?" Balasku
"Dari... Hyuk oppa tersayang haha" Jiyong oppa tertawa terbahak-bahak di ruang keluarga. Aku langsung berlari ke ruang keluarga dan merebut HPku, Hyuk oppa juga langsung berlari kekamar oppaku.

From : Hyuk Oppa

Ya~ mianhae... aku ga sengaja membocorkan satu rahasiamu... tapi soal dulu kau menyukai Jiyong belum aku ceritakan padanya kok... hehe mianhae chagi...

"Hyuk oppa!!!" Teriakku, Jiyong oppa masih mencoba menahan tawanya. Aishh... gimana ini... Jiyong oppa tau aku menyukainya... apa dia akan menjauhiku? Aaaaa andwe!!

"Sstt jangan teriak teriak... aku akan pura pura ga tau kalau itu bisa membuatmu lebih baik" seru Jiyong oppa sambil keluar dapur, membawa ramennya
"Ne! Oppa jangan percaya sama Hyuk oppa... dia suka bohong. Aku ngantuk" kataku dan langsung masuk ke kamarku.

Jiyong POV

"Ne! Oppa jangan percaya sama Hyuk oppa... dia suka bohong"

Kau benar benar melarangku percaya? Apa yang akan kau lakukan jika aku mengikuti keinginanmu? Aku senang kau menangis karena aku pergi... bukankah itu artinya kau ingin aku tetap didekatmu?

4 tahun tanpamu, aku benar benar kesepian selama 4 tahun itu.

Setelah 4 tahun, aku menemukanmu di danau. Kau cantik saat itu. Sayangnya saat itu kau bukan menungguku... kau bahkan melupakanku...

Saat itu aku berfikir, namja yang kau tunggu sangat baik... sangat baik sampai kau tak menyisakan tempat diingatanmu untukku. Tapi ternyata pikiranku salah... aku akan membunuh namja itu kalau sampai kau menangis karenanya.

Bisakah kau hanya menangisi ku?

-TBC-

Aaaaa random ga jelas >_< maaf maaf maaf maaf maaf maaf maaf

Neomu Joha Part 1

Author : Alviss
Genre : sad romance
Cast :
- You
-Seungri Big Bang
-Hyunseung B2ST
-Eunkyo 5Dolls
-Eunhyuk Super Junior
-Jiyong Big Bang

[Aduh ini FF pertama aku... malu wkwkw]

You POV

"Maaf... aku sibuk"
"Hari ini aku cape banget... jadi ketiduran"
"Ya! Mianhae!"

Setiap hari hanya itu yang bisa dikatakannya. Menyebalkan! Padahal aku udah nunggu sampe ketiduran! Jahat!! Hyunseung jahat... dulu dia perhatian, tapi sekarang aku diabaikan. Selalu punya alasan dan selalu menyalahkanku.

Aku benci diabaikan! Hyunseung ga pernah ada waktu untukku. Dia bilang dia memperhatikanku, pembohong! Menyapaku saja hampir ga pernah.

Hari minggu ini Hyunseung berjanji akan menemaniku bermain seharian... aku berharap dia menepati janjinya kali ini... sudah hampir 2 bulan pacaran, tapi ini baru kencang ketiga kami...

Akhirnya hari yang aku tunggu tiba~ yeay!! Jalan-jalan bersama Hyunseung seharian... pagi ini aku menunggunya di taman dekat rumahku. Sekarang pukul 08:00, aku duduk di ayunan dekat danau. Menunggunya. Di ayunan sebelahku juga ada seorang namja, wajahnya ga asing... tapi aku lupa dia siapa. Jadi aku hanya diam dan berpura-pura tidak mengenalnya.

"Hmm... sepertinya aku sering melihatmu disini... nuguya?"
"Mwo? Nugu?" Tanyaku pada namja itu
"Kau. Siapa lagi? Apa mungkin aku bicara pada yeoja penunggu danau itu?" Jawabnya sambil menunjuk danau didepan kami. Dia bercanda? Sudah sering aku main disini, tapi aku belum pernah melihat penunggu danau itu. Apa dia cantik?
"Oh aku... kau bisa melihat penunggu danau itu? Apa dia cantik? Kenapa kau bertanya aku siapa? Kita pernah bertemu sebelumnya?" Kulihat dia hanya menatap danau didepan kami sambil tersenyum.
"Kurasa kita akan sering bertemu. Kujawab pertanyaanmu saat kita bertemu lagi." Jawabnya sambil berlali pergi.

Sekarang aku sendirian. Apa penunggu danau itu benar benar ada? Kenapa disini sepi sekali... kemana Hyunseung? Kenapa belum datang? Aish! Kulihat sekeliling danau, hanya ada aku. Sisi lain dari taman ini ramai, tapi kenapa mereka tidak bermain didekat danau? Padahal disini nyaman. Apa karena penunggu danau ini? Apa penunggunya benar benar ada? Hhiii... Hyunseung!! Kemana kau?!!

Sudah 2 jam aku menunggunya. Tapi dia belum juga datang... dia bahkan mematikan HPnya... ish!! Namja menyebalkan! Baik, aku tunggu 1 jam lagi... kalau dia belum juga datang, aku anggap kita putus. Aku bosan diabaikan seperti ini terus... sudah puluhan kali dia seperti ini! Dan aku lelah!

Oh flower~ you're so sweet sweet sweet sweet...
Oh flower~ you're so deep deep deep deep...

Kulihat HPku dan ku buka sms dari Hyunseung

From : Hyunseung <3

Mianhae... hari ini aku harus ikut acara keluarga. Aku ga bisa menemanimu. Pergilah bersama teman-temanmu. Ku telpon nanti malam. Jangan menghubungiku sampai ku telpon. Jangan nakal! Arra?

Aish... jinjja!! Namja itu! Hah! Menyebalkan!!

To : Hyunseung <3

Kalau sampai jam 9 nanti malam kau tidak menelponku berarti kita putus!! Aku serius!

Sudah puluhan kali aku mengatakan itu, dia pasti menganggapku bercanda, atau hanya menggertak. Tapi kali ini aku sungguhan. Belum sampai 2 bulan kami pacaran, tapi sudah puluhan kali dia membuat janji dan dia juga yang membatakannya.

Apa yang bisa kulakukan hari ini? Aku sudah terlanjur bilang pada teman-temanku kalau aku gabisa ikut mereka nonton hari ini. Semua gara gara Hyunseung! Hari liburku jadi sia-sia.

Seperti kejadian kejadian sebelumnya. Aku menyia-nyiakan hari liburku karenanya, dan hanya tidur seharian dikamarku yang nyaman ini...

Sudah pukul 21:30 dan hyunseung belum menelponku. Berarti kita putus?? Aaaaa ga mau... tapi kalau ga putus aku harus terus terusan menyia-nyiakan hari liburku. Haish!! Putus? Engga? Putus? Engga? Putus?

Tokk tokk tokk

Aish! Siapa yang mengetuk pintu kamarku?!
"Nugu??! Masuk aja! " Teriakku
"Hehe... hai... kau sudah tidur?" Oppaku masuk kamarku dan langsung menutup pintunya
"Mwo?? Aku ngantuk..." jawabku sebal. Kenapa harus dia??
"Beberapa temanku mau menginap... aku pinjam ruang rahasiamu ya? Kamarku kurang luas untuk menampung mereka..." jawabnya sambil menggoyang-goyangkan coklat ditangannya
"Berikan coklatnya! Pakai kamarku! Jangan ruang rahasiaku" kurebut coklat ditanggannya dan beranjak keluar kamarku
"Waa... adikku... kau baik sekali haha" katanya sambil mengikutiku keluar.

Saat melewati kamar oppaku, ada pemandangan yang benar benar mengagetkan. Jackpot Hyunseungku sayang! Kau masuk ke grup senior yang salah...
"Oppa... kau belum memberitau Hyunseung kalau aku adikmu?" Kataku didepan pintu kamar oppaku
"Eh? Kenapa dengan hyunseung? Dia seangkatan denganmu?"
"Hampir dua bulan ini dia jadi pacarku" jawabku sambil melihat hyunseung yang mulai panik
"Whoaa... dan sekarang dia berselingkuh didepan oppamu?" Sambung Eunhyuk oppa, dia sudah jadi teman oppaku, bahkan sebelum aku lahir mereka sudah bersama-sama.
"Anni... aku..." Hyunseung berusaha menjelaskan, tapi apa itu penting sekarang?
"Eunkyo-a aku kira kau pacaran dengan Hyunseung... tapi kau cuma jadi selingkuhan... maaf aku memaksa kalian berciuman tadi" lanjut Hyuk
"Oppa... ah maksudku Hyunseung. Aku sudah bilang ini tadi. Tapi aku ulangi lagi ya... kita putus..."
"Ya... mianhae... aku ga tau kalau kalian pacaran" yeoja yang bernama Eunkyo itu berjalan mendekatiku
"Ya... chagi... mianhae.. aku belum mau putus.."
"Kau mau pergi sendiri atau aku yang mengusirmu?!" Bentak oppaku
"Kenapa oppa teriak teriak?? Nanti eomma appa bangun"
"Seungri... aku tau ini rumahmu, tapi bisakah kalian bertengkar diluar? Aku ga mau mendengar kisah cinta murahan ini." Seru seorang namja yang ada dibalik selimut. Eunkyo eonni memelukku dan terus meminta maaf. Hyunseung terus menatapku dengan tatapan memohonnya. Aku benar benar ingin berteriak dan memukulinya sekarang!

Ku lepas pelukan Eunkyo eonni dan pergi keruang rahasiaku "putus tetap putus! Oppa tolong urus mereka untukku... night oppa" seru ku sambil menuruni tangga, Hyunseung mengikutiku, dan oppaku mengikutinya.
"Chagi... mianhae..." tangan Hyunseung melingkar di perutku. Memelukku. Aish.. dia membuatku bimbang sekarang.
"Anni..." jawabku
"Jangan sentuh adikku." Oppaku menariknya. Seungri oppa benar benar terlihat marah... Hyuk oppa ikut menuruni tangga sambil merangkul  Eunkyo eonni
"Ya Eunkyo... kenapa kau menangis? Dia yang dibohongi saja tidak terlihat sedih. Kau merasa bersalah? Kalau kau merasa bersalah, kau harus dihukum. Jangan pernah bicara pada kami lagi. Kau mengerti?" Hyuk oppa mendorong Eunkyo eonni yang terus menangis keluar dari rumahku.
"Ini sudah malam... apa Eunkyo eonni berani pulang sendiri?" Tanyaku
"Tentu saja namja itu harus mengantarnya. Kau mau menamparnya?" Tanya oppaku sambil memegangi tangan Hyunseung, Hyunseung mencoba melepaskan tangannya dari oppaku, tapi sepertinya sulit.
"Anni... cukup hatiku yang sakit. Aku ga mau menyakiti tanganku juga..." jawabku
"Orang orang yang sekelompok denganku memang bukan orang baik. Tapi kami tidak melukai sesama anggotanya. Lupakan tawaranku tadi. Dan bersiaplah pindah kampus!" Seungri oppa menyeretnya keluar rumah dan memukulinya dihalaman
"Oppa! Jangan kotori tanganmu! Hyuk oppa... pisahkan mereka!"
"Hey... oppamu sedang membelamu. Kenapa harus dipisahkan?" Seru Hyuk oppa. Awalnya Hyunseung hanya diam menerima pukulan dan makian dari Seungri oppa. Tapi sekarang dia membalas Seungri oppa. Dan itu membuatku makin sulit bernafas!

Eunhyuk oppa melerai mereka, beberapa teman oppaku ikut keluar dan ikut memisahkan Seungri oppa dan Hyunseung.
Aku menghampiri Hyunseung "pergi sekarang sebelum aku benar benar membencimu!" Bentakku didepan wajah Hyunseung yang babak belur itu. Sangat menyedihkan melihatnya seperti itu... Hyunseung menaiki motor merahnya dan pergi... aku semakin sulit bernafas sekarang...
Hanya ada 9 orang teman oppa disekelilingku, tapi rasanya oksigen disini sangat sedikit... begitu sesak... sangat sulit untuk bernafas...
"Kau baik baik saja?" Tanya oppa
"Mana mungkin... suruh temanmu mengobati lukamu... aku mau tidur" jawabku dan berlari kekamarku

Eh? Oh iya aku lupa, oppa menyewa kamarku malam ini... aku keluar dari kamarku dan hampir menabrak teman oppaku yang mungkin mau tidur dikamarku
"Mianhae..." katanya setelah melihatku
"Jiyong oppa?! Kapan kau pulang??" Seruku saat melihat namja didepanku itu
"Tadi pagi kan kita sudah bertemu didanau... kau baru mengingatku? Haish... kau hanya mengingatku saat kau sedih?" Katanya berpura-pura kecewa
"Penunggu danau?? Ah iya aku ingat! Hehe maaf... kau sangat berbeda sekarang jadi aku lupa..." jawabku seadanya. Sebenarnya aku masih kurang yakin kalau yang didanau tadi jiyong oppa...
"Sudah reuniannya? Sana tidur. Kau bilang dadamu sesak tadi? Aku ga jadi pinjam kamarmu. Biar saja mereka berdesak desakan dikamarku." Seru oppaku dan menuntunku naik ketempat tidur
"Ya.. oppa.. aku mau ngobrol sama jiyong oppa dulu..." rengekku
"Besok pagi saja... aku menginap disini seminggu... night" seru jiyong oppa
"Tuh... denger? Sekarang tidur" oppaku merebut HPku "sudah ku block" lanjutnya dan meletakan HPku dimeja belajar.

Oppa menutup pintu kamarku. Meninggalkan ku sendirian. Ingatan tentang Hyunseung kembali melintas. Memutari kepalaku. Membuatku pusing. Apa aku benar benar sedih? Dadaku benar benar sesak... dan aku belum pernah merasakan ini.

Kenapa Hyunseung tega berselingkuh? Kenapa dia membohongiku? Apa alasannya mengabaikan ku karena seligkuhannya itu? Kenapa dia ingin bergabung dengan kelompok oppaku? Apa dia tau kalau Seungri itu oppaku? Apa dia lupa kalau ini rumahku? Ah anni... dia belum pernah kerumahku, jadi dia ga tau kalau ini rumahku. Semua pertanyaan itu berputar di otakku... haisshh!! Kepalaku sakit!! Kalau di drama drama harusnya aku menangis seperti orang gila sekarang... tapi aku ga tau caranya menangis.

-TBC-

Maaf ya... pemula... masih jelek bangettt